tukul-role model-bgt…suka gak suka!!
Beberapa saat yang lalu diriku menemukan suatu stateman yg "menarik" tentang tukul di internet..begini isinya….
"Beraninya menghina orang yg ngga berdaya dan terpaksa (pasti terpaksalah kalau
sampai jd pengemis).
Berani ngga dia menghina Soeharto dan keluarganya yang udah ambil hak
kehidupan rakyat indonesia?
Berani ngga dia menghina presiden SBY yang makan duit haram sampai pendopo rumah mewahnya aja segede kingkong?
Berani ngga dia menghina Megawati yang sama lakinya ngerampok gede gedean waktu ngejabat?"
Terus masih ada caci-maki (yg gak "suitable" kl ditulis di blog saya) dibawahnya tentang tukul..kalo menurut saya pribadi,salah lah kalo tukul harus menghina Soeharto cs,SBY,Mega dll buat apa juga. Bukannya diriku membela mereka,tapi kalo kita-rakyat- punya "hobi" buat menghina pemimpin negeri,bisa2 nama negara kita bukan REPUBLIK INDONESIA lg..tp bisa2 menjadi REPUBLIK RAKYAT SUKA MENGHINA,terus bisa2 semboyannya bukan "bhineka tunggal ika" lg tp "bhineka tunggal hina"
Diriku asli gk tahu-dan gk pengen tahu- siapa yang nilis "statemen" td,tp saya rasa anda salah kalo anda membuat "statemen" seperti itu di internet. Pertama,karena orang awam yg kebetulan membaca bisa2 terhasut dan membenci tukul. Kedua, kita juga tahu kalo pemerintahan kita tuh bukan "seonggok kesalahan berjalan yang cuma bikin kesalahan" Diriku yakin mereka juga udah berbuat sesuatu yg bagus buat bangsa ini. Tapi karena hati kita sudah diselimuti kebencian akan pemerintah maka yang kita ingat2 yang jelek2 saja. Kenapa bukan artis lain yang anda maksud??? kenapa bukan anda sendiri juga yg menghina pemerintah??
Diriku tahu kita-rakyat-hanya ingin negara kita maju,tapi kalo majunya lewat hal2 yg salah,seperti menghina itu tadi,bisa2 negara kita bukannya maju tapi mundur.
Tukul,menurut diriku adalah seorang Role-Model,seorang yang patut ditiru karena sesuatu yg baik-dia merupakan bukti bahwa bila kita berusaha dengan sungguh2 maka pasti kita berhasil. Diriku pernah membaca sepenggal kisah tentang tukul yang sebelumnya hidup susah dan hijrah ke jakarta demi hudup yang lebih layak. Dia sempat bekerja sebagai sopir.
Jika dulu Tukul tinggal di kontrakkan, sekarang Tukul memiliki 3
rumah kontrakkan dan 2 rumah besar di kawasan Cipete Utara. Di rumahnya
Tukul mengumpulkan teman-teman seniman pelawak dari daerah dan membuat
markas kecil ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Markas
kreatif ini dinamakan Posko Ojo Lali.
Jadi nggak ada gunanya juga kita membuat "statemen" seperti itu di internet tentang tukul,yang perlu adalah kita menjadikan tukul sbg Role-Model (suri tauladan) agar kita tidak gampang menyerah menghadapi hidup.
JAYA TERUS untuk mas tukul dan Empat Mata-nya!!!!!!!!!!!!!!!

April 18th, 2008 at 6:54 am
Saya tidak mempersoalkan subyeknya , tapi kejernihan dan kedewasaan pola pikir seperti ini yang sudah langka bagi sebutan anak muda Indonesia .
wah..ortu sampeyan pasti bangga setengah mati .. pasti disekolahin jauh2 (biaya mahal nggak soal) asal hasil maksimal. hehehe.. salam ah.
May 6th, 2008 at 4:30 pm
makasih mas…
jengah aj liat slama ini demo d TV kok isinya karena harga…
apa gak bs kita demo gede kaya reformasi dulu…REVOLUSI sekali lagi,,,
kita tata kembali struktur kita yang udah kuno!!
November 9th, 2008 at 4:39 pm
Keep up the good work.