one last second..one last ball..one last breath….wanna fight??? (bagian 1)
Bayangkan bila anda bermain di final LIGA CHAMPION d stadion OLD TRAFFORD, rasa tegang bermain di depan 76,000 penonton ditambah rasa capai akibat bermain selama 90menit,rasa kesal karena gagal mencetap goal dan rasa sakit dikaki akibat takling2 dari lawan anda bercampur jadi satu..skor masih menunjukkan angka 0-1 di papan skor dan tim anda wajib memenangkan laga ini untuk menjadi juara ..rasanya baru sekitar 1 detik yg lalu official mengangkat tanda 3menit tambahan waktu tapi anda bisa melihat jelas bahwa wasit sudah meletakkan peluit di mulutnya, tandanya pertandingan akan segera berakhir dalam hitungan detik..penonton yg mendukung tim anda sudah banyak yg meninggalkan tempat duduk mereka tanda kecewa. Tapi tiba2 datang bola terobosan dari kawan anda dari belakang.Anda tidak mau tahu bagaimana prosesnya hingga bola itu bisa diumpan oleh kawan anda.Bolanya cukup bagus untuk ukuran umpan detik terakhir, bola itu semakin lama semakin melambat dan akhirnya berhenti tepat di depan kotak penalti. Pemain belakang lawan yg semula mengangkat tangan tanda ingin diberi peluit tanda offside dari wasit sudah mulai berlari mengejar anda yg sudah 3meter didepan bola. kiper lawan pun sudah keluar "rumahnya" untuk mengamankan bola. Anda tahu benar bahwa ini adalah peluang terakhir anda termasuk peluang terakhir dalam pertandingan ini.Anda tak mau menyia-nyiakan peluang ini,harus jadi goal pikir anda saat itu. Tinggal 1meter didepan bola,anda mulai merasakan rasa sakit yg luar biasa di kaki anda..rasanya kaki anda lumpuh dan tak mampu untuk berlari lagi. Nafas anda sudah mencapai leher anda dan pandangan anda makin lama makin kabur,tapi anda masih sempat bersyukur kepada tuhan karena warna rumput di stadion itu hijau dan bolanya berwarna putih jadi anda masih bisa mengira2 dimana letak bola itu. Sempat anda berfikir untuk memperlambat lari anda dan berpura2 terjatuh bila lawan menyentuh anda..freekick saja sudah cukup pikir anda.Tapi tiba2 anda teringat bahwa pengambil Freekick terbaik di tim anda adalah anda sendiri dan bagaimana bisa anda mengambil freekick secara sempurna bila kondisi fisik anda capai seperti ini?? sebelumnya pun anda sudah 4kali melewatkan peluang freekick dalam pertandingan ini.
Tak ada waktu lagi untuk berfikir, ini detik terakhir..peluang terakhir dan nafas terkhir anda. Anda melihat kedepan,kiper sudah bersiap melopmpat k arah bola dan itu kira2 setengah meter dari bola begitupun anda. 50-50 bola!!!! harus cepat berlari!!!Akhirnya anda berhasil sedikit mendahului kiper untuk mendapatkan bola,sedikit belokkan badan dan anda sudah berhasil mengelabuhi kiper. Anda dapat merasakan berat badan kiper menabrak kaki kiri anda tapi dalam hati, anda tak lagi berpikir untuk jatuh. lolos!!! Anda melihat gawang kosong didepan anda. Tak pernah anda melihat gawang seindah itu. Tak ada sosok penjaga yg selalu anda deskripsikan sebagai "pembunuh mimpi" disitu..Polos..benar2 polos!!! mata anda melihat kebelakang untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pemain belakang disana,anda tak ingin goal yg sudah didepan mata itu sirna karena ulang pemain belakang.Satu pemain belakang berlari tanpa mengindahkan anda,gawang lah tujuannya. Harus cepat,pikir anda dalam hati. Anda melihat lagi kegawang untuk kali terakhir sebelum menendang bola untuk memastikan arah bola. Bola menyentuh bagian dalam sepatu anda yg hargannya 20 kali lipat dari subsidi orang2 miskin di indonesia. Bola mengalir dengan tenang ke arah gawang, si pemain belakang bernomor punggung 5 itu melompat ke arah bola untuk membelokkan arah bola ke luar gawang. Kena!!! bola berlari keluar gawang!! anda tak percaya akan hal ini!!bagaimana mungkin hal itu terjadi!!! anda sudah membuat diam seluruh penonton di stadion. Anda meremukkan hati mereka,pikir anda.Tapi anda yakin bola sudah melewati garis. Anda melihat ke arah wasit yg tidak bisa berbuat apa2. Anda siap memprotes,tapi disaat anda melangkah satu langkah wasit menoleh ke arah hakim garis. Anda pun mengalihkan arah pandangan ke arah hakim garis,seluruh penonton, kamera2 wartawan dan seluruh dunia melihat ke arah hakim garis.
Akan aku protes si wasit beserta hakim garisnya itu, pikir anda. Beserta kawan dan lawan, anda berlari ke arah wasit dan hakim garis. Kejadian ini benar2 membuat anda melupakan rasa capai dan sakit di tubuh anda. Lawan2 mencoba mengintimidasi wasit dan hakim garis sementara anda dan teman2 anda mencoba meyakinkan bahwa itu tadi sebuah goal. Wasit memerintahkan semua pemain untuk menjauh, ini hanya urusan wasit dan hakim garis katanya. anda pun berlalu walaupun kata2 intimidasi untuk wasit masih bisa anda dengar dengan jelas. Mereka berdiskusi sekitar 30detik. Anda menundukkan kepala anda,apapun keputusan mereka anda sudah melakukan yang terbaik walupun para penonton dan pelatih anda tidak mau tahu. Dunia memang kejam,desis anda. Anda melihat kawan anda menggeleng2kan kepala,apapun artinya itu tapi anda yakin bahwa itu ungkapan kekecewaan mereka. Anda lihat sekeliling stadion dan para pendukung tim anda menutupkan kedua tangan mereka di hidung dan mulut tanda berharap keajaiban. Tiba2 saja rasa dingin malam itu menyerang anda,hati bergetar lebih cepat ketika anda melihat wasit dan hakim garis selesai berdiskusi. Bagaikan menunggu keputusan sidang, andapun cuma bisa pasrah. Wasit melangkah meninggalkan hakim garis dengan langkah pasti,peluit dimulut dan siap di tiup. Wasit menunjuk arah garis tengah sembari meniup peluit tanda goal. GOAL!!!! seru penonton d stadion!!!! anda tak percaya akan hal ini,anda melupakan tentang slebrasi yg sudah anda rencanakan jauh2 hari kalau anda mencetak goal. Anda hanya bisa menjatuhkan diri disaat kawan2 memeluk dan mengelu-elukan anda.
1-1,skor di papan skor dan nama anda tertulis di bawahnya. Pertandingan belum berakhir. masih ada 30menit pertambahan waktu…penentu!!!!
(…bersambung…..)
February 3rd, 2007 at 9:07 am
aku akan sangat gembira lagi bilamana aku jadi pengumpan bola sang tokoh “anda” tadi. Karena tugas seorang pesepak bola adalah menciptakan sebuah peluang goal, dan gol itu sendiri adalah hasilnya…
dan akan sangat gembira lagi apabila aku jadi “Anda” dan setelah mencetak goal aku merayakannya pertama kali dengan sang “Assist Man”…
karena sahabat memang sahabat…
itulah sepak bola…
Btw,
kpn balek Indonesia le???