David Beckham dan Magnus Effect

SIAPA yang tak ingin memiliki tendangan indah ala David Beckham. Peneliti dari Sheffield Hallam University, Dr. David James, melakukan penelitian yang menjelaskan secara ilmiah bagaimana tendangan pemain Timnas Inggris itu bisa begitu mematikan.

Hasil tendangan pemain tengah Real Madrid ini memiliki "efek berputar" sehingga bisa membelok dan sulit diantisipasi kiper lawan. James menjelaskan, tendangan Beckham memiliki daya lontar yang unik.

Dalam presentasi hasil penetiliannya di Cheltenham Science Festival, dia memberi istilah gaya menendang ala Beckham itu dengan sebutan "Magnus Effect." Artinya, arah tendangan bisa berbeda dengan arah memutar bola. "Ujung-ujungnya, lawan akan kebingungan karena arah tendangan akan berbeda dengan arah beloknya bola," papar James.

"Jika perputaran bola sesuai dengan arah aliran udara, maka itu akan menghasilkan tekanan yang rendah. Arah bola pun akan memutar sesuai dengan arah udara saat itu. Sebaliknya, tekanan tinggi akan menekan bagian lain bola tersebut," jelasnya.

Dipaparkan, kombinasi antara kekuatan tendangan dengan tekanan udara akan menyebabkan bola berbelok arah, sesuai sisi mana kekuatan terbesar terhadap bola tersebut. Bola bisa berbelok ke samping, atas, atau ke bawah bergantung perputaran bola.

Masih menurut James, cara ini merupakan cara yang cerdas untuk mengurangi kontak fisik dengan pemain lain. Kemungkinan terjadinya tackle atau adu fisik dapat dikurangi. "Nah, para pelatih juga bisa mengembangkan strategi ini saat tendangan bebas dan tendangan pojok dengan tendangan gaya membelok (deflection)," bebernya.

James menjelaskan, pola jahitan yang mengitari bola itu juga bisa menjadi faktor penting yang mempengaruhi arah tendangan. "Tingkat kekasaran bola yang diakibatkan oleh pola jahitan bola bisa jadi penghambat laju belokan bola. Pola jahitan juga akan menentukan mudah tidaknya bola melayang di udara," kata James. Dia mencontohkan ikan yang mudah berenang di dalam air karena memiliki tingkat kekasaran kulit yang sesuai dengan skala tertentu.

Bagaimana bola Adidas Teamgeist yang menjadi bola resmi di Piala Dunia 2006? Dia mengatakan, bola ini mendukung tendangan-tendangan yang menggunakan efek tertentu. Selain karena tingkat kekasaran bolanya rendah, menurut dia, bola itu juga memiliki penampang yang lebih luas karena jahitan pada bola yang lebih sedikit.

James juga mengatakan, sepatu bola juga merupakan ilmu pengetahun yang dapat diteliti lebih jauh. Gaya menendang seorang pemain dapat dipengaruhi oleh kelembutan, alas sepatu dan pola jahitan sepatu pemain bola yang bersangkutan.

Bahkan, ilmu dan teknologi juga bisa jadi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari penentuan kebijakan dalam bermain.

Ilmu pengetahun bisa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola. Tapi, "Tentu saya tidak akan beradu argumen dengan David Beckham soal bagaimana cara dia menendang bola. Dia lebih tahu," kelakarnya.

Leave a Reply